Sajak Ruang Sepi

Pernah kutanamkan rindu

Di bawah tumpuan kakimu

Tempat bisu, dimana aku dapat termangu

Duduk sendiri, memandang ilusi wajahmu

 

Kunci ruangan ini kubawa pergi

Agar ada bagiku alasan ‘tuk kembali

Mengurai kenangan di tempat kita pernah berpijak

Dan sekali lagi, menuliskan sebuah sajak

 

Perasaanku tertinggal di tempat ini

Terpaut pada langkahmu, yang tak juga beranjak

Aku pergi, namun hatiku kutinggalkan disini

dan kuncinya kuberikan padamu

Agar tak lagi kubuka hatiku..

Pada sosok selain dirimu

 

~J23~/19/12/2009

Untuk sahabatku diujung sana

Kau mungkin masih ingat hari itu

Saat air mata kita tumpah bersama

Membasahi lantai, mengisi setiap kekosongan kita

Saat kita mengisi ruang ini dengan gelak tawa

 

Ingatkah dirimu, saat kuberikan setangkai mawar untukmu?

Saat aku menyanyikan lagu perpisahan untukmu,

aku ingat kau menangis saat itu

Mungkinkah kau tak ingin berpisah denganku?

 

Tentu kau pun ingat malam itu,

malam keakraban kita, saat kita bernyanyi bersama

Saat air mataku jatuh untuk pertama kalinya

Namun kau tertawa, buatku malu karenanya

 

Pertemuan kita memang tak lama

Tak juga sempat untuk mengurai duka

Kau pun pergi, kembali

Dan aku tetap disini, menanti saat yang tak pasti...

 

Saat kita bertemu lagi...

 

Saat kita mengingat pertemuan ini...

 

Akankah kita kenang juga tawa ini?

 

~J23~/15/11/2009

Sebuah Lagu di Malam Hari

Sebuah lagu di malam hari

Cukuplah itu bagiku

Ia mengalun perlahan, hinggap sejenak di telingaku

Lalu lenyap bersama gaung yang semakin membisu

 

~J23~/26/10/09

21 September

Ada kalanya aku tak mengerti diriku sendiri

Saat sesuatu yang telah lama berlalu kembali lagi

Saat kau yang telah melupakanku, kembali dalam ingatanku

Merasuk dalam mimpiku

 

Kuingat hari ini adalah ulang tahunmu

Dan semua memori yang pernah hilang oleh waktu,

datang karena aku mengingatmu

Ucapan selamat ulang tahun dariku, ternyata mengembalikan semua kenangan itu

 

Malam ini aku memimpikanmu

Setelah sekian lama tak kulihat bayangmu

Kau tersenyum, tak banyak bicara

Tak seperti dirimu yang dulu

 

Mungkin aku masih menyimpannya

Ingatan akan cinta pertama yang hanya sementara

Sesuatu yang kembali setiap tahunnya

Di hari yang sama

 

Selamat ulang tahun

~J23~/22/09/2009

Melayang Bersama Mimpi

 

Mari kita pergi

Kita tinggalkan tempat ini

Lepaskan segala emosi

Tenangkan hati

Kita melayang bersama mimpi

~J23~/15/09/2009

Menilik Angan yang Terkekang

Angan itu ada padaku

Angan itu ada padamu

Ia merajut masa depan, melangkah tanpa perhentian

Setiap detik terpacu, bergerak maju

 

Angan itu janganlah membatu

Terkekang dalam waktu

Luapkan emosi, wujudkan mimpi

Serta harapan yang terpatri

 

Angan itu adalah mimpimu

Mimpiku, merajut masa depan yang bergerak maju

Jangan terpaku, tengok sedikit langkahmu

Saat kau sadari, telah jauh kau berjalan sendiri

 

Angan itu menemanimu

Ia bergerak bersamamu, melewati harimu

Saat kau sendiri, ia ada dalam hatimu

Terkekang bersama mimpimu...

 

~J23~/04/08/2009

Puisi Kata Hati

Sebuah tulisan tangan

Berisikan tentang angan

Mimpi, harapan, luapan isi hati

Tertuang diatas kertas yang tadinya tak berarti

 

Sebait pertama kutuliskan dengan hati-hati

Tanpa emosi, hanya gerakan jemari

Kubuka lembaran memori, kuingat kembali

Doa dan harapanku, yang kuucapkan setiap hari

 

Tulisan ini tak berwarna

Hanya tinta hitam yang menggoreskan bait kedua

Perasaanku berbisik, mengalir bersama intuisi

Menuliskannya sesuai kata hati

 

Kutuangkan semua dalam bait yang terakhir

Tentang segala rasa khawatir

Kulepaskan emosi, biarkan pena menari

Dan kubuat puisi yang selama ini kucari

 

~J23~/21/07/2009

j23's playlist


Get a playlist! Standalone player Get Ringtones